Pelita kehidupan sangat dibutuhkan siapapun yang membutuhkan hidup yang berkualitas, terarah dan mempunyai tujuan yang jelas, bukan sekedar pelita secara harfiah melainkan pelita jiwa yang lebih bermakna sehingga kehidupannya dapat lebih dirasa manfaatnya tidak hanya bagi diri sendiri tapi juga bagi orang-orang yang dicintainya dan kalau bisa bagi masyarakat disekitarnya hingga menuju ridho Allah SWT.
Senin, 02 Juni 2014
Jumat, 23 Mei 2014
Teori Riset Operasional : Metode Transportasi
TUGAS TEORI RISET OPERASIONAL
SOAL
:
Saat ini Pertamina mempunyai 3 daerah
penambangan minyak di Pulau Jawa yaitu Cepu, Cilacap dan Cirebon dengan
kapasitas produksi masing-masing 600.000 galon, 500.000 galon dan 800.000 galon
setiap harinya.
Dari tempat tersebut minyak diangkut ke daerah
pemasaran yang terpusat masing-masing
sebanyak 400.000 galon, 800.000 galon dan 700.000 galon per hari. Ongkos
pengangkutan per 100.000 galon adalah :
a.
Dari Cepu ke Semarang dan Jakarta
masing-masing sebesar Rp 120.000 dan Rp. 180.000, ke Bandung tidak dilakukan
pengiriman.
b.
Dari Cilacap ke Semarang, Jakarta, dan
Bandung masing-masing Rp 300.000, Rp 100.000, Rp 80.000
c. Dari Cirebon ke Semarang, Jakarta dan
Bandung masing-masing Rp 200.000, Rp 250.000, Rp 100.000
Bagaimana
usulan Saudara untuk mendistribusikan minyak tersebut sebaik-baiknya?
JAWABAN :
a1 = Cepu
a2= Cilacap
a3 = Cirebon
a2= Cilacap
a3 = Cirebon
b1 =Semarang
b2=Jakarta
b3 =Bandung
Tabel
Metode North West Cost
SUMBER
|
TUJUAN
|
SUPPLY
|
||||||||
SEMARANG
|
JAKARTA
|
BANDUNG
|
||||||||
CEPU
|
X11
|
X12
|
X13
|
600.000
|
||||||
CILACAP
|
X21
|
X22
|
X23
|
500.000
|
||||||
CIREBON
|
X31
|
X32
|
X33
|
800.000
|
||||||
DEMAND
|
400.000
|
800.000
|
700.000
|
|||||||
Ongkos Angkut yang ditentukan adalah ongkos
angkut per 100.000 galon, maka angka ongkos yang dimasukkan dalam tabel
dibagi 100.000 agar diperoleh Ongkos angkut per galonnya.
Tabel Metode North West Cost / Metode Barat Laut
Tabel Metode North West Cost
SUMBER
|
TUJUAN
|
SUPPLY
|
||||||||
SEMARANG
|
JAKARTA
|
BANDUNG
|
||||||||
CEPU
|
|
200.000
|
|
600.000
|
||||||
CILACAP
|
|
500.000
|
|
500.000
|
||||||
CIREBON
|
|
|
700.000
|
800.000
|
||||||
DEMAND
|
400.000
|
800.000
|
700.000
|
|||||||
Z = 400.000 x 1.2 = 480.000
200.000 x 1.8 = 360.000
500.000 x 1 = 500.000
100.000 x 2.5 = 250.000
700.000 x 1 = 700.000
Pengujian
1.
Apakah tabel sudah cocok dengan
kebutuhan setiap kota tujuan dan jumlah kapasitas sumber ?
Jawab :
Ya, sudah Cocok (bisa
dilihat pada tabel)
2.
Apakah memenuhi syarat (m+n) – 1
terisi?
Jawab :
Ya, (3 kota
sumber + 3 kota tujuan) – 1 = 5 kotak yang terisi untuk distribusi
3. Menguji sel-sel yang masih kosong, apakah masih bisa memiliki
nilai negatif atau tidak, artinya masih bisa menurunkan biaya transportasi atau
tidak.
Sel yang diuji adalah : Sel C13, C21, C23, dan C31. Pengujian dilakukan pada setiap sel kosong tersebut dengan menggunakan metode Stepping Stone.
Sel yang diuji adalah : Sel C13, C21, C23, dan C31. Pengujian dilakukan pada setiap sel kosong tersebut dengan menggunakan metode Stepping Stone.
Pengujian
Sel C13 = tidak dilakukan pengiriman jadi tidak perlu diuji lagi
Sel C13 = tidak dilakukan pengiriman jadi tidak perlu diuji lagi
Sel
C21 = 3 – 1 + 1,8 – 1,2 = 2,6
Sel
C23 = 0,8 – 1 + 2,5 – 1 = 1,3
Sel
C31 = 2 – 1,2 + 1,8 – 2,5 = 0,1
Karena sel-sel
yang kosong tidak ada yang memiliki nilai negative maka biaya transportasi yang
telah dihitung sudah optimal
Berdasarkan pengujian tersebut maka
dapat disimpulkan usulan untuk mendistribusikan minyak tersebut adalah :
·
Jumlah yang diangkut dari daerah Cepu
menuju Semarang adalah 400.000 galon
·
Jumlah yang diangkut dari daerah Cepu
menuju Jakarta adalah 200.000 galon
·
Jumlah yang diangkut dari daerah Cilacap
menuju Jakarta adalah 500.000 galon
·
Jumlah yang diangkut dari daerah Cirebon
menuju Jakarta adalah 100.000 galon
·
Jumlah yang diangkut dari daerah Cirebon
menuju Bandung adalah 700.000 galon
Total biaya pengangkutan minyak adalah :
= (400.000 x 1.2) + (200.000 x 1.8) +
(500.000 * 1) + (100.000 x 2.5) + (700.000 x 1)
= Rp 2.290.000,00
Atau Jika dituliskan dalam ongkos
angkutan per 100.000 galon maka :
Total biaya pengangkutan minyak adalah
:
= Rp 2.290.000,00
Dengan menggunakan Metode Least Cost ( Biaya
Terkecil)
Tabel
Metode LC
SUMBER
|
TUJUAN
|
SUPPLY
|
||||||||
SEMARANG
|
JAKARTA
|
BANDUNG
|
||||||||
CEPU
|
400.000
|
200.000
|
|
600.000
|
||||||
CILACAP
|
|
|
500.000
|
500.000
|
||||||
CIREBON
|
|
600.000
|
200.000
|
800.000
|
||||||
DEMAND
|
400.000
|
800.000
|
700.000
|
|||||||
Total Biaya :
Z = 400.000 x 1.2 = 480.000
200.000 x 1.8 = 360.000
500.000 x 0.8 = 400.000
600.000 x 2.5 = 1.500.000
200.000 x 1 = 200.000
2.940.000
Berdasarkan pengujian tersebut maka
dapat disimpulkan usulan untuk mendistribusikan minyak tersebut adalah :
·
Jumlah yang diangkut dari daerah Cepu
menuju Semarang adalah 400.000 galon
·
Jumlah yang diangkut dari daerah Cepu
menuju Jakarta adalah 200.000 galon
·
Jumlah yang diangkut dari daerah Cilacap
menuju Bandung adalah 500.000 galon
·
Jumlah yang diangkut dari daerah Cirebon
menuju Jakarta adalah 600.000 galon
·
Jumlah yang diangkut dari daerah Cirebon
menuju Bandung adalah 100.000 galon
Total biaya pengangkutan minyak adalah :
= (400.000 x 1.2) + (200.000 x 1.8) +
(500.000 * 0.8) + (600.000 x 2.5) + (200.000 x 1)
= Rp 2.940.000,00
Atau Jika dituliskan dalam ongkos
angkutan per 100.000 galon maka :
Total biaya pengangkutan minyak adalah
:
= (4 x 120.000) + (2 x 180.000) + (5 x
80.000) + (6 x 250.000) + (2 x 100.000)
= Rp 2.940.000,00
Hasilnya :
Solusi dengan menggunakan metode North
West Cost / Barat Laut ternyata lebih baik daripada menggunakan Metode Biaya
terkecil.
NAMA : SURYATI ZAMZAM
NAMA : SURYATI ZAMZAM
NIM : 41111704
KELAS : VII – TI – F1/2
Langganan:
Postingan (Atom)
