Senin, 05 Desember 2011


Kasus-kasus Pelacakan Daud Hakim dan Trista 5Kasus-kasus Pelacakan Daud Hakim dan Trista 5 by S. Mara Gd
My rating: 3 of 5 stars

Buku ini saya dapat dari salah satu kios buku bekas bersama beberapa buku lain yang saya beli. Sebelumnya nggak nyangka juga mau baca buku karangan S.Mara GD. Habis dulu saya anggap dia cuma niru Agatha Christie apalagi covernya dibuat mirip. Dan tiruan biasanya gak enak dinikmati, tanpa perlu membaca dulu dan menilainya. Walaupun sebenarnya sah-sah saja seorang penulis menulis dengan ide dari buku lain yang mungkin juga jadi idolanya, bahkan katanya Agatha Christie pun pernah dibilang meniru Sir Arthur Conan Doyle dengan cerita Sherlock Holmesnya. Entahlah apakah itu benar, toh saya gemar banget baca bukunya.


Jadi dengan pertimbangan itu akhirnya setelah belasan tahun gak melirik buku S.Mara GD, kubeli dan kubaca juga dan hasilnya ternyata saya suka. Bener-bener nggak nyangka, cukup asyik dan menarik. Memang saya gak baca dari kasus-kasus awalnya Daud Hakim dan Trista malah langsung buku ke-5 (mau gimana lagi karena memang nemunya buku ke-5 sih!), tapi karena ternyata isinya beberapa macam kasus yang tidak saling berkaitan jadi gak masalah. Buku ini memakai 2 tokoh yang saling membantu untuk memecahkan beberapa kasus yang terjadi, seorang polisi bernama Daud Hakim dan pacarnya Trista yang juga anak dari komandan Daud sendiri. Ehm...idenya hampir sama seperti pasangan detektifnya Agatha, atau tokoh detektif lainnya seperti Poirot dengan Hastingnya, atau bahkan Sherlock dengan Watson, walaupun tentunya dengan cara dan karakter  yang berbeda.


Setelah membaca buku ini dan suka, sekarang jadi nyesel karena sekitar 2 tahun lalu sempet ditawari buku-buku S.Mara GD dengan kondisi masih bagus dan harga hanya 2500 – 3000 sebanyak ada belasan buku, saya gak mau. Satu pun gak saya coba beli dan baca, dan ternyata buku-buku itu cepet disamber orang.Hik..hik.., penyesalan emang datengnya terlambat. Gitu deh akibat prasangka buruk.



View all my reviews


Inkheart (Inkheart, #1)Inkheart by Cornelia Funke
My rating: 3 of 5 stars

Bermimpi bertemu dengan tokoh yang kita baca dalam buku mungkin pernah kita khayalkan, memiliki kemampuan untuk membuat mereka keluar dari buku mungkin hal hebat yang pernah dibayangkan. Bisa ngalahin Dedi Cobuzier kali yah!

Ide yang bagus  yang berhasil dihidupkan oleh Cornelia Funke dalam diri tokoh Mo dan Meggie. Sayangnya kemampuan tersebut kenapa hanya bisa mengeluarkan tokoh yang jahat ya? Seperti Capricorn, Basta, dan lainnya. Apa dalam buku Tintenherz itu gak ada tokoh baiknya? Gak juga diceritakan dalam Inkheart ini karena gak ada tokoh baik yang mungkin bisa ngalahin penjahatnya  yang keluar dari buku ini. Entahlah namanya juga cerita,  mungkin saja tokoh baiknya ya Mo, Meggie dan Elinor kali. Sedang Staubfinger mewakili karakter abu-abu karena kadang penghianat, jahat tetapi punya sisi baik  sama seperti kehidupan nyata. Dan akhirnya kebaikan selalu mengalahkan kejahatan. Ending yang biasa terjadi dalam dongeng-dongeng dan disukai pembaca.


Cerita fiksi yang cukup menarik, gimana gak menarik karena ternyata aku sanggup menyelesaikannya dalam waktu 2 hari, disela-sela rasa sakit yang muncul diperutku karena telat makan, dan seabrek pekerjaan kantor dan pekerjaan rumah tangga. Kalo gak menarik kan bisa dilama-lamain bacanya, iya gak sih? Apalagi karena penasaran gimana Meggie bisa bertemu ibunya lagi dan gimana cara mereka mengalahkan Capricorn dan semua tokoh jahatnya meskipun kurang menggigit tapi baguslah.


Satu hal lagi yang masuk dalam pikiranku, kenapa sih Elinor yang pembaca dan pencinta buku yang mempunyai ribuan buku digambarkan seperti tokoh kutubuku yang sering digambarkan  dalam sinetron. Pencinta buku atau si jenius selalu digambarkan culun, ketinggalan mode, tidak menarik, anti sosial, asyik dengan dunianya sendiri dan jadi cemoohan masyarakat disekitarnya. Padahal kan kenyataannya karena banyak membaca buku maka para pencinta buku itu kan tahu mode, pintar bergaul, luas wawasan jadi nyambung aja ngobrol dengan orang lain. Juga gak pernah dicemooh atau dihina masyarakat disekitarnya bahkan justru seringkali jadi panutan atau jadi tokoh yang hormati. Memang kalo sedang membaca kadang gak mau diganggu tapi para pembaca buku itu kan pintar ngatur jadwalnya dan kehidupan sosial tetap berjalan lancar, iya kan rekans?



View all my reviews


Hatinya Putih SuteraHatinya Putih Sutera by Motinggo Busye
My rating: 3 of 5 stars

Kalau novel Penghinaan dan Kesetiaan berkisah tentang pasutri yang mengalami masalah karena sang istri tidak sabar dalam menghadapi cobaan hidup mereka maka dalam Hatinya Putih Sutera ini, justru sang suamilah yang menjadi sebab ketidakbahagiaan dalam perkawinan mereka.


Kisah ini terjadi di sebuah rumah sakit bersalin, menceritakan pekerjaan  suster Cecilia, dan seorang pasien yang bernama Theresia Asmini, seorang perempuan hamil kembar tiga yang ditinggal minggat suaminya hanya karena salah paham. Diceritakan pula tentang penderitaan Asmini dan keterlibatan emosional sang suster dalam penderitaan batin sang pasien.


Gak yangka sampe meneteskan air mata, apalagi waktu diceritakan sulitnya proses kelahiran ketiga putra Asmini. Seolah kesakitan itu ikut terasa apalagi kalo inget gimana rasanya aku melahirkan anak-anakku.


View all my reviews


The Lovely Bones: Tulang-tulang yang CantikThe Lovely Bones: Tulang-tulang yang Cantik by Alice Sebold
My rating: 2 of 5 stars

Buku ini satu-satunya buku klub baca GRI yang paling cepat saya dapatkan, bahkan sebelum masa vote habis. Tapi ternyata buku yang paling lama saya baca dibandingkan dengan buku yang dipilih GRI bulan sebelumnya.


Sebenarnya sebagai buku yang disebut sebagai thriller, buku ini punya ide yang berbeda dibanding buku sejenis lainnya. Karena diceritakan oleh korban pembunuhan itu sendiri dan gaya berceritanya yang menurut saya tidak menegangkan seperti halnya kisah pembunuhan yang pernah saya baca.


Buku ini lebih menyoroti pada kehidupan yang ditinggalkan Susie, apa yang terjadi pada keluarganya, bagaimana shock dan depresi karena kehilangan seorang anak dapat mempengarui keutuhan rumah tangga orang tuanya. Tentang kehidupan Lindsey adiknya bahkan tentang kehidupan Ray, laki-laki yang pernah dekat dengan Susie. Satu-satunya yang paling ngotot untuk mencari tahu penyebab hilangnya Susie rasanya hanya Lindsey sampai dia berani memasuki rumah sang pembunuh dan nyaris tertangkap …kayaknya  cuma adegan ini deh yang cukup menegangkan.


Hal yang paling membuat penasaran dari sebuah kisah pembunuhan biasanya adalah mencari tahu siapa pembunuhnya tapi justru di buku ini kita dari awal sudah tahu siapa pembunuhnya jadi keasikan untuk turut menebak si pembunuh sudah tidak ada, tetapi ketika itu saya masih berharap mungkin saja cara-cara mencari si pembunuh dan terungkapnya si pembunuh atau akhir kisah si pembunuh bisa saja  dibuat asik, tapi ternyata harapan saya gak terwujud, apalagi akhirnya si pembunuh mati karena ......., yah itu sih  sudah jelas tangan Tuhan yang berbicara. Sementara kesannya polisi dan masyarakat tidak pernah mengetahui si pembunuh padahal yang dibunuh sudah banyak, bisa asik tuh sebenernya kalo dibuat sebagai thriller.


Mungkin, yah mungkin karena kisah ini dibuat oleh orang yang katanya pernah mengalami perkosaan maka lebih dilihat dari sisi dia sebagai korban.


Jadi kesannya seperti membaca dongeng saja, mungkin itu sebabnya saya menjadi kurang tertarik dan akhirnya buku ini dibaca begitu lama (12 hari) waktu yang lama bagi saya untuk sebuah buku yang tidak terlalu tebal.



View all my reviews

Coraline: Graphic NovelCoraline: Graphic Novel by Neil Gaiman
My rating: 3 of 5 stars

Sambil nunggu anakku main game di Timezone aku ke toko buku Gramedia dan tertarik Grafik Novel Coraline, karena berupa grafik novel jadi dalam waktu sebentar akhirnya tamat. Ini satu-satunya buku yang pernah kubaca sampai selesai di toko buku dan tidak perlu dibeli.

Bukunya sendiri berkisah tentang seorang anak perempuan yang bernama Coraline yang baru pindah rumah dan harus menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Coraline bukan Caroline, koreksi terhadap tetangganya yang selalu salah menyebutkan namanya.
Rasa bosan membuatnya menjelajah daerah tempat tinggal barunya  dan seluruh kamar di rumahnya. Penjelajahan yang membawanya kesuatu pintu menuju dunia lain. Dunia yang mirip sama dengan miliknya bahkan dia punya orang tua lain, hanya orangtua yang lainnya bermata kancing.

Untuk beberapa saat Coraline menyukai mereka yang begitu memperhatikan dan menyayangi dia, bahkan terasa lebih dibandingkan perhatian orangtua aslinya. Tapi akal sehat dan nuraninya memutuskan bahwa walau bagaimanapun orangtua aslinyalah yang terbaik. Sayang sekali saat memutuskan kembali kepada orangtua aslinya, justru Coraline harus menghadapi kenyataan bahwa ayah dan ibunya menghilang. Dengan keberaniannya walaupun diliputi kecemasan Coraline berusaha mencari dan mengembalikan kedua orangtuanya serta melawan kejahatan mahluk yang menamakan dirinya orangtua lain Coraline.

Kisah yang cukup menarik, kebosanan bisa menyebabkan seseorang terkadang tidak bisa merasakan rasa syukur atas kondisi yang diterimanya saat ini bahkan ingin lari dari kenyataan.

Satu hal yang mungkin bisa diambil hikmahnya dari cerita ini bahwa kita mesti bersyukur atas apa yang Tuhan beri kepada kita, dan bahwa kasih sayang orang tua kita tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang lain, dan tidak akan pernah hilang.

Mungkin kalau kisah ini kubaca waktu     beberapa tahun kebelakang aku bisa memberi rating yang lebih banyak, tapi karena sudah cukup banyak cerita semacam ini, cukuplah tiga bintang saja.


View all my reviews


Awal Yang Baru (Twilight, #4)Awal Yang Baru by Stephenie Meyer
My rating: 3 of 5 stars

Sebagai rasa penasaran dari tiga buku sebelumnya, buku ini cukup menarik untuk menjawab kelanjutan kisah cinta segitiga antara Bella, Edward dan Jacob. Diikuti dengan berbagai ketegangan yang terjadi selanjutnya, bagi saya masih menarik.


Tapi..., dari buku ke-1 sampai buku terakhir ini, sepertinya saya kurang begitu suka dengan tokoh Bella. Bella digambarkan tokoh yang membuat semua orang jatuh hati, dan semua kesulitan yang terjadi dalam kisah-kisah tersebut pada intinya hanya untuk menyelamatkan Bella.Baik Edward maupun Jacob harus selalu melindungi dan mengikuti kehendak Bella.Padahal Bella sendiri yang mengaku mencintai Edward bahkan sampai menjadi vampirpun masih tetap selalu membutuhkan Jacob. Sikap Edward yang digambarkan cukup mengerti akan keinginan Bella untuk bisa terus bertemu dengan Bella rasanya jadi cukup aneh karena biasanya cowok paling tidak suka mengetahui ceweknya apalagi istrinya masih sangat bergantung pada laki-laki lain. Lalu apa pengorbanan Bella bagi kedua cowok tersebut? Stephenie Meyer akhirnya membuat solusi dengan adanya imprint antar Jacob dengan anak Bella seolah memberikan anaknya sebagai ganti dirinya sehingga Bella akhirnya bisa terus berdampingan dengan Edward.



View all my reviews


Amulet Samarkand (The Bartimaeus Trilogy, Buku Satu)Amulet Samarkand by Jonathan Stroud
My rating: 3 of 5 stars

Akhirnya selesai juga, pekerjaan lagi banyak jadi setiap kali mulai baca baru beberapa lembar langsung dibawa tidur makanya gak selesai-selesai.


Ternyata di buku ini, penyihirnya sangat mengandalkan jin, imp, afrit dan sebangsanya. Apalagi dalam pemanggilannya menggunakan mantra, dupa dan berbagai coretan yang punya maksud. Kayaknya repot banget..jadi inget mbak dukun kayaknya. Sifat penyihir disini juga digambarkan hanya mementingkan diri sendiri, sombong rasanya tidak ada yang tulus. Begitu juga dengan demon yang dipanggil dia menjadi budak karena diikat untuk mengabdi...kesimpulanku (belum tentu bener sih) jadi penyihir gak enak banget repot dan gak praktis, untuk Bartynya asyik, mulutnya pedes dan sombong, juga liat cara dia menghindar dari bahaya dan kok malah jinnya yang masih memiliki sisi manusiawi daripada manusianya walaupun katanya dia lakukan demi memikirkan dirinya supaya segera terbebas...cuma aku belum nemuin kocaknya seperti yang temen-temen bilang, mungkin kalo sempet dibaca ulang kali ya...jadi tiga bintang aja deh..


View all my reviews